Cita-cita Gubernur Bali Terwujud, Nusa Penida Kini Punya Pelabuhan Monumental

Gubernur Bali, Wayan Koster didampingi Kapolda Bali, Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra dan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta saat menghadiri upacara pamelaspasan pelabuhan Sampalan, Jumat (1/4).
Gubernur Bali, Wayan Koster didampingi Kapolda Bali, Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra dan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta saat menghadiri upacara pamelaspasan pelabuhan Sampalan, Jumat (1/4).

Gemabali.ID (Klungkung) - Gubernur Bali, Wayan Koster bersama Kapolda Bali, Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra menghadiri upacara pamelaspasan pelabuhan Sampalan di Nusa Penida, Klungkung, Jumat (1/4).

Turut hadir Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta dan Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XII Provinsi Bali dan Provinsi NTB Muiz Thohir.

Gubernur Bali mengatakan, pembangunan pelabuhan Segitiga Sanur di Kota Denpasar, Sampalan di Nusa Penida dan Bias Munjul di Nusa Ceningan, Kabupaten Klungkung merupakan program prioritas pembangunan infrastruktur darat, laut, dan udara secara terkoneksi dan terintegrasi dalam Visi Pembangunan Daerah Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.

“Pembangunan pelabuhan ini bertujuan membangun Bali secara keseluruhan, guna mendukung pelayanan publik dan menunjang pusat-pusat perekonomian baru di Bali,” ujar Koster.

Selama puluhan tahun, ia mengamati pembangunan infrastruktur di Bali termasuk yang tertinggal di Indonesia, dan tidak ada yang didesain secara terkoneksi antar wilayah dan sektor oleh pemerintah.

Menurut Koster, infrastruktur di pulau Nusa Penida sudah seharusnya dikembangkan secara layak dan memadai untuk memenuhi kebutuhan sehari - hari masyarakat, selain juga untuk mendukung Upacara Pujawali di Pura Ratu Gede Dalem Ped.

"Setiap ada upacara Pujawali, umat Hindu se-Bali tangkil (bersembahyang –red) ke Pura Ratu Gede Dalem Ped, sehingga perlu transportasi yang baik,” kata Koster.

Ia menuturkan, pada 2016 silam, dirinya pernah menyeberang ke Nusa Penida dari Sanur saat kondisi ombak besar. Untuk berpindah dari kapal ia harus digendong dan begitu juga warga lainnya kerap kali ia lihat kainnya harus diangkat agar tidak terkena air laut menuju kapal.

“Atas hal inilah, saya tersentuh dan bertekad membangun pelabuhan di Nusa Penida dan Sanur jika terpilih menjadi Gubernur Bali. Masak masalah begini tidak selesai-selesai bertahun-tahun. Jadi negara harus hadir, karena Nusa Penida merupakan destinasi wisata yang makin lama makin terkenal baik oleh wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara,” ujar Koster.

Dengan niat tulus dan cita-cita yang besar, Koster menyampaikan rasa syukurnya, karena doa-nya terwujud menjadi Gubernur Bali, hingga berhasil membangun pelabuhan yang monumental dan fundamental berkat adanya kebijakan Presiden RI, Bapak Ir. Joko Widodo berdasarkan usulan Gubernur Bali, Wayan Koster yang disampaikan langsung di Istana Negara pada tanggal 22 April 2019 silam.

“Beberapa hari setelah pelaksanaan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden pada tanggal 17 April 2019, Bapak Presiden memanggil saya selaku Gubernur Bali dan di sana saya menyampaikan usulan pembangunan infrastruktur darat, laut, dan udara secara koneksi,” tutur Koster.

Jelas dia, pembangunan pelabuhan berasal dari danaAPBN Kementerian Perhubungan RI dengan total anggaran Rp 566 Miliar lebih yang terdiri dari anggaran pembangunan pelabuhan Sanur sebesar Rp 370 Miliar untuk pelabuhan Sampalan Rp 90 Miliar, dan pelabuhan Bias Munjul sebesar Rp 106 Milyar.

“Jadi belum pernah ada pembangunan seperti ini yang dibiayai langsung dari APBN dan diperjuangkan oleh Gubernur Bali. Sehingga meski saya kalah di Klungkung, namun saya tetap berfikir untuk membangun Bali secara keseluruhan agar seimbang antara Bali Utara, Selatan Barat dan Timur,” ujar Koster.

Di akhir sambutan, ia meminta Bupati Klungkung dan Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XII Provinsi Bali dan Provinsi NTB untuk menata lingkungan pelabuhan ini menjadi tertib, bersih dan disiplin serta dikelola secara bagus guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Sementara Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XII Provinsi Bali dan Provinsi NTB Muiz Thohir melaporkan sesuai arahan Menteri Perhubungan bahwa peresmian Pelabuhan Segitiga Emas akan diresmikan secara bersamaan.

“Diharapkan pelabuhan ini dapat dikelola oleh Badan Pelabuhan secara profesional, sehingga mudah - mudahan pelabuhan ini bisa berkembang dari skala nasional menuju internasional,” ujar Muiz Thohir.

Atas terwujudnya pelabuhan Sampalan, Nusa Penida, ia mengucapkan banyak terima kasih kepada Gubernur Bali dan jajarannya, karena telah mendukung dengan baik.

“Mudah-mudahan [pelabuhan Sampalan] bisa meningkatkan keamanan transportasi dan berdampak positif terhadap pemulihan pariwisata guna terwujudnya Bali Era Baru,” katanya. (Wij/Rls)