Wujud Konkret Kerukunan Antar Agama

Ketog Semprong Syawalan Akbar 1443 Hijriah yang dihadiri Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta. (Foto: Prokompim Badung)
Ketog Semprong Syawalan Akbar 1443 Hijriah yang dihadiri Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta. (Foto: Prokompim Badung)

Gemabali.ID (Tabanan) - Bupati Badung Nyoman Giri Prasta menyebut acara Ketog Semprong Syawalan Akbar 1443 Hijriah yang dirayakan umat muslim Candikuning II Kabupaten Tabanan, merupakan wujud konkret kerukunan hidup umat beragama yang  dijadikan role model oleh Provinsi Bali dan Kabupaten Badung.

“Saya tahu tentang sejarah Bedugul ini, dimana zaman dahulu the founding father atau bapak bangsa kita, Ir. Soekarno sempat bersemedi di Air Terjun Toya Mampeh dan melihat ada Bedug dan Kulkul maka kawasan daerah ini dinamakan Bedugul gabungan nama Bedug dan Kulkul,” ujar Giri Prasta saat menghadiri Acara Ketog Semprong Syawalan Akbar 1443 Hijriah di Lapangan Kebun Raya Eka Karya Bedugul Bali, Senin (9/5).  

Bupati Giri Prasta mengajak umat untuk mempedomani ajaran muslim yang Rahmatan Lil'alamin yaitu rahmat bagi semesta alam dan Amar ma'ruf Nahi Munkar yaitu upaya menegakkan agama dan kemaslahatan di tengah-tengah umat. Oleh sebab itu menurutnya seorang pemimpin wajib untuk mensejahterakan umatnya.

“Kami hormat dan salut sekali kepada umat muslim dan majelis taklim, karena di Pulau Bali, di Kabupaten Badung dan di Kabupaten Tabanan umat muslim telah mampu untuk mewarnai pembangunan sehingga terjadi seperti sekarang ini. Inilah yang perlu kita hargai bersama dengan selalu menjaga 4 pilar kebangsaan yaitu Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945, dan NKRI,” ujarnya.

Terhadap umat muslim di Kabupaten Badung berdasarkan kebijakan politik anggaran, kata Giri Prasta,  dibangun sekolah muslim di Kuta Selatan, dan masjid di Canggu Permai. ”Inilah wujud konkret dalam menjaga kerukunan hidup antar umat beragama,” katanya.

Giri Prasta juga mengatakan, kerukunan hidup antar umat beragama yang terjalin begitu erat menjadi salah satu daya tarik utama wisatawan untuk berkunjung ke Pulau Bali.

“Kerukunan hidup antar umat beragama menjadi pedoman bagi 99.9% tamu mancanegara untuk datang ke Bali, inilah yang perlu kita pertahankan dengan baik,” sambungnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Acara Ketog Semprong Syawalan Akbar 1443 H, Imelda Rozan didampingi tokoh muslim Candikuning II Aril Dimitri Askaseta menyampaikan, kegiatan ini bertujuan menjaga kerukunan antar umat beragama, disamping itu juga bertujuan untuk menjaga dan melestarikan tradisi kebersamaan kekeluargaan dan gotong royong.

“Acara Ketog Semprong juga menjadi ajang masyarakat untuk berjumpa dengan pemimpinnya bersinergi membangun mimpi menjadi realisasi,” pungkasnya.

Untuk mensukseskan pelaksanaan kegiatan tersebut secara pribadi Bupati Giri Prasta memberikan dana motivasi sebesar Rp 30 juta.

Turut hadir Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya, anggota DPD RI Perwakilan Bali Haji Bambang Santoso, Ketua DPRD Tabanan beserta jajaran dan tamu undangan lainnya. (Wij/Rls)