Tak Berpakaian Adat Bali, Koster Tegur Manajer Hotel

Gubernur Bali Wayan Koster dalam sebuah acara. (Foto: Dok. Pemprov Bali)
Gubernur Bali Wayan Koster dalam sebuah acara. (Foto: Dok. Pemprov Bali)

Gemabali.ID (Badung) - Gubernur Bali, Wayan Koster meminta pelaku usaha pariwisata di Bali berkomitmen menggunakan busana adat Bali pada hari dan waktu yang telah ditentukan. Aturan berpakaian adat Bali berlaku setiap hari Kamis, Purnama dan Tilem, serta Hari Jadi Pemerintah Provinsi Bali.

Permintaan tersebut disampaikan Koster setelah menegur salah satu manajer hotel di ITDC saat membuka acara Deklarasi Bersama Mewujudkan Peradaban Baru Penyiaran Melalui Informasi Berkualitas, di The Westin Resort, Nusa Dua, Badung, Kamis (12/5).

Semua pelaku usaha di Bali, Jelas Koster, mulai dari pegawai negeri maupun swasta, hingga karyawan hotel harus berbusana adat Bali pada hari yang telah disepakati.

“Maka tadi saya melihat manajer hotel tidak berbusana adat Bali, saya langsung tegur. Jadi saya tidak mau melihat perilaku-perilaku yang tidak tertib dan disiplin di Bali, tapi semua harus hormat dengan budaya Bali,” kata Koster.

Disebutkan, pariwisata Bali butuh tata kehidupan yang tertib, disiplin dan betul-betul menghormati budaya, karena kita bangsa yang berbudaya. “Jadi budaya kita harus dihormati,” tukas Koster.

Hal itu dikatakannya sebagai pelaksanaan Peraturan Gubernur Bali Nomor 79 Tahun 2018 tentang Hari Penggunaan Busana Adat Bali yang sejalan dengan semangat Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali, hingga Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 5 Tahun 2020 tentang Standar Penyelenggaraan Kepariwisataan Budaya Bali.

Kegiatan deklarasi bersama di Nusa Dua, Badung tersebut dihadiri Ketua Komisi I DPR RI Meutya Vaida Hafid dan Ketua KPI Pusat, Agung Suprio dimana Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan pandangan dan kebijakannya tentang budaya sebagai landasan pembangunan Bali, termasuk pengembangan pariwisata. (Wij/Dps)