Menengok Ngaben Gratis di Jembrana, Bali

Pelaksanaan ngaben gratis di Yehembang Kauh, Mendoyo, Jembrana yang dilakukan secara kolektif dengan bantuan pemerintah setempat.
Pelaksanaan ngaben gratis di Yehembang Kauh, Mendoyo, Jembrana yang dilakukan secara kolektif dengan bantuan pemerintah setempat.

GemaBali.id (Jembrana) – Ngaben, upacara kematian dalam tradisi hindu di Bali menjadi penghormatan terakhir bagi mereka yang telah meninggal. Tak jarang, upacara ini terkendala biaya terutama bagi warga kurang mampu. Untuk menyiasatinya, kini banyak terdapat ngaben massal atau kolektif yang dapat menekan biaya.

Namun, ngaben secara gratis nampaknya baru Jembrana yang memulainya. Di desa Yehembang Kauh, kecamatan Mendoyo, pada Kamis (28/7) diadakan karya ngaben massal dan manusia yadnya secara cuma-cuma. Biaya berasal dari pemerintah setempat yakni Pemkab Jembrana.

Karya nyadnya gratis tersebut adalah kali ketiga dilaksanakan tahun ini, setelah sebelumnya sukses digelar di kecamatan Melaya dan kecamatan Negara. Untuk di Yehembang Kauh, dana diberikan sebesar 275 juta rupiah.

Dihadiri Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna, yang berharap dengan adanya konsep ngaben massal diharapkan mempermudah masyarakat karena dilakukan bersama-sama dengan semangat gotong royong.

“Adanya bantuan pemerintah daerah ini, tentunya dapat meringankan umat dalam menyelenggarakan yadnya khususnya pitra yadnya. Dengan dilandasi rasa tulus-ikhlas, didukung semangat kebersamaan dan gotong royong seluruh krama desa adat Yehembang Kauh, astungkara yadnya ini dapat berlangsung dengan lancar dan labda karya sampai nanti seluruh rangkaian selesai," katanya.

Hadir pula dalam acara tersebut, Ketua DPRD Jembrana Ni Made Sri Sutharmi bersama Wakil Ketua I Ketut Suardika, Ketua MDA Jembrana I Nengah Subagia, Ketua PHDI I Komang Arsana, perwakilan dari Kemenag, Camat Mendoyo serta krama yang mengikuti yadnya.

I Gusti Made Sedana, Ketua Panitia Karya menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah daerah dengan adanya program ngaben kolektif gratis tersebut. 

Kata dia, masyarakat sangat antusias untuk ikut serta. Peserta ngaben kolektif gratis tidak hanyak dari desa Yehembang Kauh saja, melainkan dari desa lain di Kecamatan Mendoyo bahkan dari kecamatan lain di Kabupaten Jembrana.

"Untuk peserta, ngaben sebanyak 6 orang, nyekah sebanyak 149 sekah, dan ngelungah sebanyak 110. Sedangkan untuk manusa yadnya terdiri dari upacara metatah, pangeruwatan sanan empeg sebanyak 25 orang, telaga apit pancoran 18 orang dan pancoran apit telaga sebanyak 21 orang. Puncak yadnya nyekah sendiri akan dilaksanakan pada Sabtu (30/7), diakhiri dengan prosesi meajar-ajar pada Senin (1/8) mendatang," jelas Sedana.

Sebagai kabupaten dengan pendapatan asli daerah kecil, apa yang dilakukan pemerintah Jembrana tentu menjadi inovasi penting yang bisa ditiru kabupaten lain di Bali. Sehingga, ngaben tidak lagi menjadi kendala dan ini menjadi bukti nyata peran pemerintah lokal dalam kehidupan sosial-religius masyarakat hindu Bali. (Wij/Rls)