Investor Taiwan Lirik Kakao Jembrana

Bupati Tamba bersama investor Taiwan mengunjungi kebun kakao di desa Ekasari, Melaya, Jembrana, Selasa (27/9).
Bupati Tamba bersama investor Taiwan mengunjungi kebun kakao di desa Ekasari, Melaya, Jembrana, Selasa (27/9).

GemaBali.id (Jembrana) – Investor dari berbagai negara berdatangan ke Jembrana, Bali. Mereka tertarik melakukan kerjasama pertanian. Kakao atau cokelat salah satu komiditi yang dilirik. Kakao Jembrana terkenal karena kualitasnya bagus dan banyak diekspor ke luar negeri.

Kali ini, investor asal Taiwan ingin bekerja sama meningkatkan produktivitas hasil kakao  Jembrana, sekaligus pemrosesan kakao menjadi produk cokelat yang berkualitas.

Bupati Jembrana I Nengah Tamba menyebut, beberapa investor yang hadir ke Jembrana terkait kakao berasal dari Prancis, Jepang, Italia, dan Jerman.

“Kini hadir investor yang juga akademisi dari Taiwan, Prof Tang. Beliau juga menjabat sebagai Sekretaris Ekonomi Pemerintah Taiwan,” jelas Tamba.

Prof Tang mengatakan, dengan kerjasama ini nilai ekspor kakao akan meningkat. Juga, kedepannya Jembrana tidak lagi mengekspor biji kakao tetapi produk olahan jadi.

Kunjungan Prof Tang ke Jembrana sekaligus sebagai kegiatan pencanangan desa mandiri kakao untuk desa Ekasari yang terletak di kecamatan Melaya.  Kegiatan tersebut digelar di Agrowisata Kakao Organik KTT Merta Abadi Desa Ekasari, Melaya, Jembrana pada Selasa (27/9).

Menurut Bupati Tamba, desa Ekasari sangat cocok dikategorikan desa mandiri dengan potensi unggulannya berupa komoditi kakao.

“Selain karena produktivitas serta kualitas kakao yang tinggi, Ekasari memiliki tektur tanah yang baik serta curah hujan cukup yang mendukung tanaman kakao tumbuh dengan baik dan menghasilkan biji berkualitas,” jelasnya.

Dukungan lainnya dari sisi kelembagaan dengan daya dukung subak, perangkat desa yang mendukung pertanian dan pengembangan serta pemasaran kakao yang baik.

"Produksi kakao di desa Ekasari selama ini sudah dikenal oleh buyer baik nasional maupun internasional, memiliki aroma yang khas dan selama ini ditanam dengan sistem tumpang sari. Potensi ini yang harus dijaga dan dikembangkan dengan baik sebagai potensi unggulan desa mandiri kakao di Ekasari," kata Bupati Tamba.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kadis Pertanian I Wayan Sutama dan Kabid Perkebunan I Komang Ariada serta Camat Melaya I Putu Gde Oka Santhika. (Wij/Rls)