Tradisi "Meburu" Dibuatkan Film Dokumenter

Pemutaran film "Meburu" di Gedung Dharma Negara Alaya, Lumintang, Denpasar.
Pemutaran film "Meburu" di Gedung Dharma Negara Alaya, Lumintang, Denpasar.

GemaBali.id (Denpasar) - Film dokumenter berjudul "Meburu" disaksikan bersama di Ruang Audio Visual, Gedung Dharma Negara Alaya, Kota Denpasar belum lama ini.

Hadir dalam pemutaran film tersebut Sekda Kota Denpasar Alit Wiradana bersama Camat Denpasar Selatan I Made Sumarsana, dan sejumlah tokoh masyarakat Desa Adat Panjer.

Film “Meburu” adalah karya Karang Taruna Pramartha Jaya Sabha Yowana Desa Adat Panjer, Denpasar, berkolaborasi dengan Institut Desain dan Bisnis (IDB) Bali.

Film ini mengisahkan tentang tradisi di Desa Adat Panjer, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, yakni "Meburu" (Berburu).

A.A Ngurah Eka Pratama, salah satu tim pembuatan film menjelaskan, “Meburu” merupakan tradisi turun temurun yang dilaksanakan sebelum pengarakan ogoh-ogoh di desa Panjer.

“Pemangku yang kerasukan bhuta kala, akan berlari dengan cepat berburu sesajen yang telah disiapkan, dan kemudian diminta kembali ke alam mereka agar tidak menggangu kehidupan warga pada saat perayaan Hari Suci Nyepi,” kata Eka yang juga anggota Karang Taruna Pramartha Jaya Sabha Yomawana.

Alit Wiradana menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam suksesnya pembuatan film dokumenter “Meburu”. Ia menyebut film ini sebagai wujud pelestarian dan memperkenalkan kepada publik, akan adat, budaya, dan tradisi asli Desa Adat Panjer.

"Selaku Pemerintah Kota Denpasar, kami mendukung dan selalu berusaha memberikan wadah atas segala bentuk kreativitas generasi muda di Kota Denpasar. Hal ini selaras dengan visi Kota Kreatif Berbasis Budaya," ujarnya. (Wij/Rls)