Jokowi Luncurkan ‘Jagat Nusantara’, Nyoman Parta: Tentu Kita Dukung

Anggota Komisi VI DPR RI, I Nyoman Parta. (dok)
Anggota Komisi VI DPR RI, I Nyoman Parta. (dok)

GemaBali.id (Jakarta) - Anggota Komisi VI DPR RI, I Nyoman Parta mendukung platform digital berbasis interaksi sosial di dunia virtual bernama ‘Jagat Nusantara’ yang telah diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Parta menilai, langkah pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) melalui dunia virtual (metaverse) oleh Presiden akan berdampak positif.

“Tentu kita mendukung langkah pengembangan ekonomi digital untuk IKN, Karena ekonomi digital terbukti memberikan kontribusi yang tinggi,” kata Parta, Senin (31/10/2022).

Dia menjelaskan, ekonomi digital saat ni memberikan dampak besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional, apalagi dikemas dengan cara yang modern dan terbaru.

Menurutnya, dengan teknologi Jagat Nusantara menjadi ruang metaverse pada IKN mampu memperkuat keberadaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). 

Namun dia mengungkapkan bahwa produk UMKM nasional harus lebih banyak tampil pada metaverse IKN.

“Jangan sampai produk impor masuk IKN, mayoritas harus dikuasai produk lokal,” ujar Politisi PDI Perjuangan asal Gianyar itu.

Parta Juga mendorong agar pengelolaan metaverse IKN dapat bersinergi dengan lain seperti Kementerian Koperasi dan UKM. 

Tak hanya itu, pemerintah juga harus memberikan pelatihan-pelatihan bagi para pelaku usaha yang akan masuk ke dalam IKN digital.

“Perlu ada pelatihan-pelatihan UMKM yang massif untuk mesuk IKN digital. Artinya, pelaku UMKM harus memiliki dan meningkatkan keahlian digital atau digital Skill,” ungkapnya.

Menurut anggota DPR RI Dapil Bali itu, digitalisasi telah membawa perubahan yang besar pada sector kewirausahaan dan bisnis. Dimana, dunia metaverse IKN akan menjadi kawasan pertmbuhan ekonomi baru.

Diketahui, saat ini pemerintah tengah focus mengembangkan ekonomi digital dengan memanfaatkan berbagai teknologi, salah satunya yaitu metaverse.

Berdasarkan catatan, nilai ekonomi digital Indonesia mencapai USD 70 miliar pada tahun 2021, yang merupakan capaian tertinggi se-ASEAN. Nilai tersebut di prediksi akan tumbuh hingga USD 146 miliar pada tahun 2025 dan terus tumbuh menjadi USD 330 miliar pada tahun 2030.