Tingkatkan Kualitas Pendidikan, SDM Penting

Gusti Made Ratnasari. (Foto: Dok. Pribadi)
Gusti Made Ratnasari. (Foto: Dok. Pribadi)

Oleh: Gusti Made Ratnasari*

Pendidikan sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Ki Hajar Dewantara menyebut pendidikan adalah serangkaian proses untuk memanusiakan manusia. Menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) pendidakan adalah proses mengubah sikap dan tata laku seseorang atau kelompok dalam upaya mendewasakan manusia melalui sebuah pengajaran maupun pelatihan.

Dapat ditarik kesimpulan, pendidikan merupakan proses pembelajaran, pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekumpulan manusia yang diwariskan dari generasi ke generasi selanjutnya, melalui pengajaran dan penelitian untuk mendewasakan dan memanusiakan manusia.

Pendidikan dari zaman ke zaman selalu mengalami berbagai perubahan, baik dari metode yang digunakan, kurikulum yang diterapkan dan permasalahan yang ada, termasuk di Indonesia.

Pendidikan di Indonesia saat ini masih dalam tahap perkembangan, dimana masih perlu adanya peningkatan-peningkatan pada beberapa hal. Salah satunya kurikulum yang diterapkan dalam sistem pendidikan di Indonesia. Tentu saja, kurikulum berpengaruh dalam pendidikan di Indonesia karena kurikulum pendidikan merupakan pedoman bagi tenaga pendidik dalam memberikan bahan materi ajar kepada peserta didik.

Apabila kurikulum yang diterapkan tidak sesuai dengan kondisi pendidikan yaitu antara pendidik dan peserta didik, maka tujuan dari pendidikan itu sendiri tidak akan dapat tercapai dengan baik.

Pendidikan sangat penting untuk kita miliki dan begitu pula suatu negara. Apabila kualitas pendidikan dalam suatu Negara bagus maka kualitas dari Negara tersebut akan  menjadi lebih baik. Tentu saja dalam mencapai kualitas pendidikan yang baik tersebut, perlu adanya komponen dalam pendidikan yang bagus pula.

Hal itu menjadi permasalahan dalam pendidikan di negera kita. Permasalaham atau isu-isu tentang pendidikan di Indonesia yaitu  kurang meratanya pembangunan fasilitas sekolah, kurang meratanya persebaran guru contohnya di pedalaman atau desa terpencil, dan merosotnya moral anak bangsa di era digital ini.

Melalui permasalahan tersebut dapat kita lihat kualitas pendidikan masih kurang sehingga perlu adanya solusi. Di era globalisasi dan digital seperti sekarang ini banyak sektor yang mengalami perubahan dan terdampak, tidak terlepas dalam sektor pendidikan. Saat ini banyak tuntutan dalam pendidikan, dimana tidak hanya guru melainkan peserta didik juga mulai dikenalkan dengan dunia yang serba digital.

Pendidik maupun peserta didik dapat meraih dan mendapat informasi tentang pendidikan secara cepat dan mudah melalui teknologi dan komunikasi yang ada saat ini. Tidak dapat dipungkiri, tantangan dalam pendidikan di era digital pun mulai bertambah, misalnya saja kemerosotan moral akibat dari penggunaan teknologi yang tidak baik, serta kejahatan melalui teknologi pun mulai ramai diperbincangkan.

Kini sumber informasi untuk peserta didik bukan lagi hanya dari guru semata, tetapi juga didapat dari internet yang dimana peserta didik dapat dengan mudah mendapatkan informasi terbaru tentang pendidikan.

Tidak hanya permasalahan di atas yang menjadi topik hangat. Pergantian kurikulum secara periodik atau ungkapan “Ganti Menteri Ganti Kurikulum” juga menjadi topik dalam perbincangan. Pergantian kurikulum ini tentunya tidak dapat dihindari. Hal ini karena kurikulum merupakan alat yang sangat penting bagi keberhasilan pendidikan.

Perubahan atau pergantian dalam kurikulum ini tentu saja tidak dilakukan secara sembarangan dan tentu saja melalui pertimbangan untuk pendidikan Indonesia yang lebih baik. Akan tetapi, dalam prosesnya, pergantian kurikulum ini membuat guru kewalahan dalam menerapkan kurikulum baru.

Pergantian kurikulum adalah usaha pemerintah dalam memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia agar menjadi lebih baik seiring perkembangan zaman. Perubahan kurikulum ini didasari pada kesadaran bahwa perkembangan dan perubahan yang terjadi tidak lepas dari pengaruh perubahan global dan perkembangan dari ilmu pengetahuan dan teknologi serta perkembangan zaman.

Itu dilakukan karena penerapan kurikulum-kurikulum yang sebelumnya belum berdampak positif dalam pendidikan di Indonesia, sehingga mutu pendidikan kita masih jauh dari negara-negara maju di dunia.

Permasalahan pendidikan sangat beragam, termasuk dampak pada sektor ekonomi, misalnya saja apabila kualitas pendidikan dan peserta didik dalam suatu negara rendah, maka para peserta didik yang merupakan sumber daya manusia dari negara itu sendiri tidak akan dapat mengelola sumber daya alam yang ada.

Kemiskinan di Indonesia tidak akan dapat teratasi apabila sumber daya manusia (SDM) masih rendah. Dampak kemiskinan yakni angka pengangguran yang bertambah akibat dari lulusan yang tidak berkualitas dan tidak mampu untuk bersaing terlebih lagi menciptakan lapangan kerja sendiri. 

Masalah tersebut harus segera diselesaikan. Dalam proses penyelesaiannya, bukan hanya pemerintah yang bertanggungjawab. Semua komponen dalam sistem pendidikan harus mampu berperan dan melaksanakan program dari pemerintah mulai dari tenaga pendidiknya, peserta didik, selain juga kurikulum yang diterapkan. 

Melalui dukungan dari semua komponen dalam pendidikan yang bersinergi dan bekerjasama dalam proses perkembangan pendidikan di Indonesia, maka tidak mustahil Indonesia akan mampu mengatasi masalah pendidikan dan menjadi negara maju di masa mendatang.

Pada era digital sekarang, diperlukan adanya bimbingan dan sosialisasi terhadap peserta didik maupun pendidik dalam penggunaan teknologi dalam kegiatan pembelajaran, untuk menghindari tindak kejahatan berkaitan dengan informasi dan teknologi.

Persoalan pemerataan pendidikan juga perlu dicarikan solusi oleh pemerintah. Mulai dari membangun lebih banyak sarana dan prasana yang diperlukan dalam sekolah, melakukan persebaran guru ke pelososk-pelosok negeri, serta peningkatan akses menuju sekolah.

Juga, masalah moral para peserta didik tidak dapat dihindari akibat dari pesatnya perkembangan ilmu teknologi saat ini. Maka itu perlu adanya penanggulangan yaitu memberi pemahaman tentang pendidikan moral oleh guru, dan orang tua kepada peserta didik.

Dalam penerapan kurikulum, seorang guru juga harus profesional dan mampu menerapkan kurikulum tersebut dengan baik sehingga tujuan kurikulum tersebut dapat tercapai yaitu meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Kita sebagai generasi penerus bangsa juga harus ikut berperan dalam peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia jangan menjadikan perubahan kurikulum sebagai beban yang menimbulkan ketakukan, akan tetapi jadikanlah perubahan kurikulum ini sebagai cambuk kita untuk memperoleh hasil yang lebih baik sehinga pendidikan Indonesia mampu bersaing di kancah internasional.

Mewujudkan pendidikan yang merata merupakan tanggung jawab kita bersama karena identitas bangsa akan tercermin dari kualitas pendidikannya. Apabila pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik, berdampak pada perekonomian yang lebih baik karena adanya SDM berkualitas.

Mahasiswa juga harus ikut berperan dalam proses untuk memajukan dan mensejahterahkan pendidikan di Indonesia, dengan cara mendukung berbagai program-program pemerintah dalam upaya memajukan bangsa dan negara Indonesia.

Karena pemerintah tentu saja tidak sembarangan dalam membuat suatu program maupun kurikulum. Tentu melalui pertimbangan-pertimbangan para ahli di bidang pendidikan. Mari kita bersama-sama bahu-membahu dalam upaya meningkatkan kesejahteraan kualitas SDM di Indonesia. Untuk mewujudkan kualitas pendidikan yang lebih baik menuju Indonesia Maju.

 

*) Penulis adalah mahasiswi semester I Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Singaraja, Bali