Berkat Bumdesma, Jembrana Raih Penghargaan Kemendes PDTT RI

Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) saat acara penyerahan penghargaan Kemendes PDTT RI di Bondowoso, Jawa Timur.
Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) saat acara penyerahan penghargaan Kemendes PDTT RI di Bondowoso, Jawa Timur.

GemaBali.id (Bondowoso) - Pemerintah Kabupaten Jembrana meraih Penghargaan Lencana Bhakti Ekonomi Desa dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI (Kemendes PDTT RI) seiring capaian seratus persen Bumdesma di kabupaten Jembrana. 

Penghargaan diserahkan atas upaya mendorong transformasi Pengelolaan Dana Bergulir Masyarakat Eks Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MPD) menjadi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bersama Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) di Kabupaten Jembrana. 

Selain Kabupaten Jembrana penghargaan serupa juga diberikan kepada Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur, Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan dan Kabupaten Lombok Utara Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Penghargaan tersebut langsung diberikan oleh Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar kepada Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) mewakili Bupati Jembrana I Nengah Tamba dalam kegiatan peringatan Hari Percepatan Pembangunan Daerah dengan Tema "Prioritas dan Keberpihakan Pemerintah untuk Pembangunan Daerah Tertinggal".

"Saya sangat bangga Jembrana meraih perhargaan atas komitmen pemerintah dalam upaya mendorong transformasi Pengelolaan Dana Bergulir Masyarakat Eks PNPM menjadi Badan Usaha Milik Desa Bersama," kata Wabup Ipat di Hotel Grand Padis, Bondowoso, Jawa Timur, belum lama ini.

"Dengan raihan penghargaan ini, saya harap dapat berkontribusi terhadap pembangunan desa yang akan membawa perkembangan perekomian masyarakat di desa nantinya," harapnya.

Ia mengatakan penghargaan yang diterima dari Kemendes PDTT ialah Lencana Bhakti Ekonomi Desa.

"Penghargaan Lencana Bhakti Ekonomi Desa diraih atas capaian seratus persen tranformasi Pengelola Dana Bergulir Masyarakat eks PNPM menjadi Bumdesma, Pemkab Jembrana berkomitmen memberikan pendampingan kepada seluruh desa agar lebih mandiri, ini untuk mengoptimalkan segala potensi desa, tentu saja tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Wabup Ipat.

Menurutnya penghargaan itu diraih buah komitmen dan kerja keras dari Jajaran Pemkab Jembrana dalam upaya mendorong transportasi Pengelolaan Dana Bergulir Masyarakat Eks PNPM menjadi BUMDESMA.

"Penghargaan ini diraih berkat kerja sama semua pihak pemangku kepentingan, Jajaran Pemerintah Daerah bersama pemerintahan desa telah bekerjasama dengan baik untuk mensukseskan program ini sehingga transformasi ini bisa tercapai seratus persen," imbuhnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Jembrana Ir. I Made Yasa,M.Si mengatakan, Bumdesma ini hadir sebagai usaha desa bersama atau sebagai induk usaha Bumdes yang ada di desa-desa, dimana masing-masing unit berdiri sendiri, ditata dan diatur oleh Bumdesma agar tumbuh usaha serta berdaya bersama.

"Bumdesma ini adalah kumpulan dari unit usaha-usaha di desa, yaitu gabungan dari bumdes-bumdes yang kemudian dikoordinir oleh Bumdesma di tingkat kecamatan, Kabupaten Jembrana berhasil mendorong pembentukan Bumdesma hingga seratus persen sehingga kini meraih penghargaan dari Kemendes," pungkasnya.

Turut hadir Menteri Agama RI H. Yaqut Colil Qoumas dan Menteri Sosial RI Dr. Ir. Tri Rismaharini,MT serta para Kepala Desa penerima penghargaan Desa Mandiri dari Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Situbondo, dan Kabupaten Jember. (Wij/Rls)