Syukuri Kelancaran KTT G20, Disbud Badung Lakukan Upacara Keagamaan

Upacara Mapakelem di perairan Pantai Geger, Desa Adat Peminge, Kuta Selatan, Badung sebagai ungkapan syukur atas kelancaran pelaksanaan KTT G20
Upacara Mapakelem di perairan Pantai Geger, Desa Adat Peminge, Kuta Selatan, Badung sebagai ungkapan syukur atas kelancaran pelaksanaan KTT G20

GemaBali (Badung) - Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Badung Bali melaksanakan upacara keagamaan Hindu yaitu Mapakelem di perairan Pantai Geger, Desa Adat Peminge, Kuta Selatan, Badung sebagai ungkapan syukur atas kelancaran pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20.

“Hari ini kami bersama perangkat daerah terkait melaksanakan Mulang Pakelem dalam gelaran upacara Pemahayu Jagat Medasar Tawur Panca Rupa Mapekelem Kambing, Angsa, Bebek dan Ayam," ujar Sekretaris Daerah Kabupaten Badung, I Wayan Adi Arnawa di Badung, Rabu.

Ia menjelaskan acara itu pada dasarnya dilaksanakan untuk memohon keselamatan dan kerahayuan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Namun di sisi lain, acara tersebut sekaligus dimaknai sebagai ungkapan rasa syukur dan terima kasih masyarakat khususnya di wilayah Badung kepada Tuhan atas lancarnya hajatan internasional KTT G20 yang telah dilaksanakan pada 15-16 November 2022.

“Jadi ini terkait dalam rangka kami mohon keselamatan sekaligus ungkapan syukur kepada Tuhan atas kelancaran, aman dan suksesnya pelaksanaan KTT G20 sebagaimana harapan kami bersama," kata dia.

Sekda Adi Arnawa menambahkan penyelenggaraan ritual tersebut juga diharapkan dapat memberikan manfaat positif bagi kelancaran berbagai kegiatan berskala nasional hingga internasional yang akan diselenggarakan di wilayah Bali di masa mendatang

"Dengan kegiatan yang telah kami laksanakan hari ini, harapannya seluruh event-event yang akan dilaksanakan di Provinsi Bali dapat berjalan dengan lancar," ungkap Sekda Adi Arnawa.

Ia mengatakan kegiatan itu juga dilakukan untuk mendoakan Bali agar menjadi daerah yang mampu tetap bertahan, menghadapi kondisi ekonomi yang terjadi terkait dengan kekhawatiran dunia terhadap resesi pada tahun 2023.

"Bali kami harap bisa menghadapi resesi ke depan. Sebagaimana yang dikhawatirkan oleh dunia, bahwa 2023 itu terjadi resesi ekonomi. Jadi mudah-mudahan Indonesia tidak terdampak sebagaimana yang dikhawatirkan," ujar dia.(pa)