Difabel dan Warga Tabanan Berbaur Ikuti Vaksinasi COVID-19

Kegiatan vaksinasi COVID-19 di Banjar Taman Surodadi, Kediri, Tabanan, Bali, Kamis (23/2).
Kegiatan vaksinasi COVID-19 di Banjar Taman Surodadi, Kediri, Tabanan, Bali, Kamis (23/2).

GemaBali.id (Tabanan) – Sebanyak 34 difabel tuli dari Gerkatin DPC Tabanan mengikuti vaksinasi COVID-19. Mereka berbaur dengan puluhan warga Banjar Taman Surodadi, Kediri, Tabanan, Bali pada Kamis (23/2).

Dari 34 difabel tersebut, 26 orang sukses mendapatkan vaksinasi, dan 8 orang lainnya belum berhasil karena ada kecenderungan tekanan darah tinggi saat proses screening.

Vaksinasi ini terselenggara atas kerjasama Puskesmas Kediri I didukung oleh AIHSP (Australia Indonesia Health Security Partnership) bersama Save the Children dan IDEP Foundation.

Vita Nandika, Provincial Coordinator Program Vaccine & Trace menjelaskan, tujuan kegiatan ini untuk mendukung pemerintah dalam memberikan pelayanan vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat rentan, terutama lansia dan disabilitas. Vaksin yang disediakan antara lain vaksin 1, 2, Booster 1 maupun Booster 2.

“Program ini pada awalnya dilaksanakan di tiga kabupaten, yaitu Buleleng, Jembrana dan Karangasem. Namun sejak bulan Desember 2022, program ini juga dilaksanakan di Kabupaten Tabanan, Badung, Gianyar dan Kota Denpasar,” katanya.

“Berlangsung sejak Juli 2022 hingga Maret 202, kami telah banyak berkolaborasi dengan berbagai organisasi dan komunitas di masing-masing kabupaten, salah satunya Gerkatin,” imbuh Vita.

Sementara itu, Ketua DPD Gerkatin Bali Rudolf Valentino Vlug menyatakan rasa terima kasih kepada seluruh tim atas kesempatan melalui vaksinasi yang dilaksanakan khususnya untuk Booster kedua (vaksin dosis 4).

“Saya senang sekali bisa datang di sini untuk pelaksanaan kegiatan vaksinasi. Saya melihat banyak teman-teman yang antusias mengantri secara langsung. Dan, teman-teman tuli diprioritaskan untuk mengikuti vaksin tanpa harus mengantri lagi,” ujarnya didampingi Ketua DPC Gerkatin Tabanan.

Rudolf menambahkan, pihaknya mengucapkan terima kasih karena dalam kegiatan vaksinasi tersebut disediakan Juru Bahasa Isyarat (JBI).

“Tanpa JBI kami akan sangat sulit berkomunikasi. Saya mohon kalau boleh setiap acara berikutnya selalu ada akses dengan JBI agar semua yang hadir di sini bisa mengerti,” pungkasnya. (Wij)