DJKN Berhasil Hasilkan Rp26 Juta dalam Dua Jam Saat Lelang Produk UMKM Bali

Proses lelang produk UMKM Bali yang digelar DJKN Bali Nusra dan Pemprov Bali di Denpasar, Jumat (26/5/2023)
Proses lelang produk UMKM Bali yang digelar DJKN Bali Nusra dan Pemprov Bali di Denpasar, Jumat (26/5/2023)

GemaBali (Denpasar)Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (Kanwil DJKN) Bali dan Nusa Tenggara menggelar lelang produk UMKM Bali dan berhasil mengumpulkan total Rp26.323.528 dari 11 produk dalam waktu dua jam.

Produk yang dilelang adalah tas dari limbah batok kelapa, tas kulit, tas rotan sintetis, tas goni endek, tas rotan perak, pakaian endek wanita, kemeja tenun pria, kemeja endek pria, kain cepuk rangrang, lukisan kaca Bima Ruci, dan lukisan kamasan Bali.

“Produk-produk itu kami memang pilih yang spesifik, tidak dibuat secara massal agar jangan sampai pemenang lelang melihat barang di luar lebih murah. Selain itu, ini adalah produk khas bali, nilai-nilai kearifan lokal kami angkat,” kata Kakanwil DJKN Bali Nusra Sudarsono di Denpasar, Jumat.

Kegiatan lelang produk UMKM Bali disertai pameran itu dilakukan DJKN Bali Nusra untuk membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi setelah dihantam pandemi COVID-19, selain itu Sudarsono menyakini bahwa UMKM akan menjaring pekerja sehingga menurunkan tingkat pengangguran.

“Kita tidak ingin juga UMKM itu reseller, dia cari barang dari tempat lain, dijual ke sini. Kami ingin menumbuhkan yang ada di sini, produk lokal yang kita kembangkan, makanya barang yang kami jual sudah melalui prosedur kurasi,” jelasnya.

Atas kegiatan lelang produk yang dilakukan DJKN Bali Nusra, Pemprov Bali melalui Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bali I Wayan Jarta memberi apresiasi.

“Dengan kegiatan lelang dan pameran ini tentu kami di Pemprov Bali sangat merespons karena semua pihak yang ada di Bali ini harus peduli dengan UMKM, kemudian terhadap proses lelang yang tadi kami lihat sudah sangat antusias,” kata dia.

Dengan kegiatan lelang di mana produk yang semula bernilai ratusan ribu rupiah bisa laku dengan harga jutaan rupiah, Jarta yakin akan memotivasi perajin dan pengusaha mikro di Pulau Dewata.

“Dengan demikian dia bisa memberi nilai tambah yang jauh lebih tinggi, ini manfaatnya luar biasa. Ini limited, artinya apa yang dilelang ini pasti punya karakteristik tersendiri, sehingga ke depan semakin meningkatkan inovasi para UMKM lokal untuk menghasilkan produk-produk kerajinan,” ujarnya.

Ke depan, Pemprov Bali akan semakin terbuka dalam kerja sama serupa, Jarta menyampaikan Disperindag Bali akan membantu dalam hal kurasi terhadap produk, dan pihak penyelenggara dapat memilih produk yang ingin dihadirkan baik produk terbatas atau dijual dalam jumlah besar.(ar)