Walkot Denpasar Nilai Peringatan Puputan Badung Bisa Jadi Inspirasi Layani Masyarakat

Wali Kota Denpasar, Bali, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama sejumlah penglingsir (tokoh) puri dalam peringatan ke-117 Perang Puputan Badung di Denpasar, Rabu (foto: gemabali/ antara)
Wali Kota Denpasar, Bali, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama sejumlah penglingsir (tokoh) puri dalam peringatan ke-117 Perang Puputan Badung di Denpasar, Rabu (foto: gemabali/ antara)



GemaBali (Denpasar)Wali Kota Denpasar, Bali, I Gusti Ngurah Jaya Negara berpandangan peringatan ke-117 Perang Puputan Badung yang terkenal dengan bisama (spirit) Mati Tan Tumut Pejah dapat menjadi inspirasi pemerintah setempat dalam melayani masyarakat.

"Khususnya bisama Mati Tan Tumut Pejah yang bermakna mati di medan perang, namun perjuangan tidak pernah mati, dapat menjadi spirit memenuhi kewajiban melayani masyarakat," kata Jaya Negara dalam peringatan ke-117 Puputan Badung di Denpasar, Rabu.

Kewajiban melayani masyarakat yang dimaksud, ujar Jaya Negara, diantaranya menjamin kesehatan masyarakat, memenuhi kebutuhan pendidikan dan lain sebagainya untuk kemakmuran masyarakat.

"Bagaimana dulu para panglingsir (tetua) puri dan pendahulu berjuang dalam meraih kemerdekaan. Sedangkan saat ini bisa diaplikasikan pemerintah dalam program prioritas pengentasan kemiskinan dan mewujudkan kemakmuran masyarakat," ucapnya.

Jaya Negara menambahkan, Perang Puputan Badung yang kita peringati saat ini didasari oleh peristiwa heroik rakyat Bali, terutama dari Kerajaan Badung yang bertempur sampai titik darah penghabisan atau puputan melawan penjajah Belanda.

Saat itu 20 September 1906 menjadi peristiwa yang memperlihatkan kepada dunia bahwa segenap rakyat Bali yang dipimpin oleh Raja Badung yakni I Gusti Ngurah Made Agung yang memiliki dedikasi dan idealisme tinggi berjuang dengan segenap jiwa raga dalam menjaga setiap jengkal tanah kelahiran.

"Marilah kita maknai nilai- nilai kepahlawanan para pejuang kita yang patut diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, serta dapat dijadikan inspirasi oleh generasi muda untuk mengisi pembangunan ini," ujarnya.

Dalam peringatan ke-117 Puputan Badung ini penancapan keris pusaka oleh Jaya Negara menjadi pemuncak rangkaian peringatan. Acara juga dikemas dengan perpaduan penampilan Maha Bandana Prasadha.

Selain itu diisi garapan bertajuk Kstryaning Bala Yudha. Diiringi tabuh balegajur, pementasan tersebut dikemas apik dengan menghadirkan beragam jenis tari Baris yang menggambarkan prajurit dan kesiapsiagaan rakyat Badung kala itu. Turut ditampilkan pula kesenian pencak silat serta busana karnaval.

Dalam kesempatan tersebut dihadiri panglingsir (tokoh) Puri Agung Satria Denpasar AA Ngurah Oka Ratmadi, panglingsir Puri Agung Pemecutan AA Ngurah Putra Dharma Nuraga, panglingsir Puri Agung Jrokuta AA Ngurah Jaka Pratidnya serta panglingsir puri se-Kota Denpasar.

Hadir pula Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede bersama anggota DPRD Kota Denpasar, Sekda Kota Denpasar Ida Bagus Alit Wiradana, Forkopimda Kota Denpasar, LVRI Kota Denpasar, pimpinan OPD serta undangan lainnya.(ri)