Bulog Bali Pastikan Stok Beras Sebanyak 7.300 Ton Cukup hingga Nataru

Pimpinan Wilayah Bulog Bali Sony Supriadi saat diwawancara soal stok beras jelas Nataru di Badung, Jumat (1/12/2023). (foto: gemabali/antara)
Pimpinan Wilayah Bulog Bali Sony Supriadi saat diwawancara soal stok beras jelas Nataru di Badung, Jumat (1/12/2023). (foto: gemabali/antara)

GemaBali (Denpasar)Bulog Bali memastikan stok beras sebanyak 7.300 ton cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Natal 2023 dan Tahun Baru 2024, itu karena kebutuhan untuk bantuan pangan diperkirakan sekitar 3.000 ton beras.

Hal tersebut disampaikan Pimpinan Wilayah Bulog Bali Sony Supriyadi usai penanaman 1.000 bibit bakau di Bendung Gerak Tukad Mati kawasan Mangrove Tahura Ngurah Rai, Badung, Bali, Jumat (1/12).

“Kita aman, kita punya stok yang lebih untuk Natal dan tahun baru. Meski demikian, kita tetap menambah stok,” katanya.

Meski demikian, saat ini Bulog Bali masih menunggu kedatangan 4.800 ton beras tambahan dari Jawa Timur untuk mengantisipasi tingginya kebutuhan pangan akhir tahun, apalagi pariwisata dan ekonomi kian pulih.

“Jadi sampai akhir tahun stok kita masih sekitar 7.300 ton,” sambungnya.

Sony mengatakan, selain beras yang merupakan penugasan pemerintah, mereka juga berupaya memenuhi kebutuhan lain seperti komoditas gula dan minyak. Dua komoditas itu bersifat komersil, namun dengan harga jual yang masih lebih rendah dari pasaran karena tujuan mereka hadir sebagai motor pengendali harga.

Saat ini Bulog Bali tak hanya fokus soal persedian beras, namun juga masih memiliki PR untuk memperpanjang giat penyaluran bantuan pangan sesuai arahan Presiden Jokowi, sehingga ada 1.855 ton beras per bulan untuk alokasi bantuan.

Hingga akhir tahun 2023, BUMN bidang pangan ini juga menargetkan 9.000 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tersalurkan ke pasaran, di mana saat ini sudah sekitar 7.700 ton tersalurkan.

Setelah terjadinya kenaikan harga beras September 2023, permintaan atas beras SPHP meningkat di Bali di mana yang biasanya permintaan 400-500 ton per bulan menjadi 1.000-1.500 ton per bulan.

“Kita masih punya target untuk menaikkan beras SPHP, itu kita target akhir bulan ini bisa mencapai angka 1.300 sampai 1.500 ton,” tutup Sony.(ra)