Tim Kerja Pemanfaatan Candi Prambanan Angkat Tagline Voice of Prambanan

Tim kerja pemanfaatan Candi Prambanan melaksanakan audiensi dengan Koordinator Staf Khusus Presiden RI Anak Agung Gede Ngurah Ari Dwipayana, Senin (foto: gemabali)
Tim kerja pemanfaatan Candi Prambanan melaksanakan audiensi dengan Koordinator Staf Khusus Presiden RI Anak Agung Gede Ngurah Ari Dwipayana, Senin (foto: gemabali)

GemaBali (Denpasar)Tim kerja pemanfaatan Candi Prambanan melaksanakan audiensi dengan Koordinator Staf Khusus Presiden RI Anak Agung Gede Ngurah Ari Dwipayana, Senin (15/01/2024) bertempat di Gedung Utama Sekretariat Negara.

Dalam agenda tersebut diawali dengan perkenalan Tim Kerja Pemanfaatan Candi Prambanan yang di Ketuai oleh I Nyoman Ariawan Atmaja, sekretaris I Kadek Andre Nuaba dan jajaran. Kemudian dilanjutkan pemaparan mengenai gambaran program yang akan dikerjakan oleh tim pemanfaatan.

"Dalam kesempatan yang baik ini, saya ingin melaporkan bahwa tim ini sudah diberi mandat sejak Desember Tahun 2023 dan akan bertugas hingga 3 tahun ke depan". Jelas ketua Tim Pemanfaatan Candi Prambanan, Nyoman Ariawan.

Selain itu Nyoman Ariawan juga menjelaskan terkait program unggulan yang akan dilaksanakan oleh tim pemanfaatan.

"Sebagai tim yang ditugaskan kami mempunyai 6 program unggulan yang akan menjadi priroitas kerja kita yaitu; Penyucian kembali Candi Prambanan (Siwa), Tawur Agung Kesanga 2024 sebagai National Event, Mahasiwaratri 2025 sebagai International Event, Pengembangan website, produksi media promosi Candi Prambanan dan unit usaha". 

Ari dwipayana menyambut baik dengan dibentuknya tim kerja pemanfaatan Candi Prambanan dan program unggulan yang di jelaskan. Ari menjelaskan bahwa tugas tim akan sangat kompleks dan harus mampu menjadi muara dari berbagai kepentingan yang terlibat disana.

"Saya sangat menyambut baik dengan dibentuknya tim yang diketuai oleh Pak Nyoman, harapan saya tim ini akan mampu mempertemukan berbagai pihak dan kepentingan yang terlibat disana agar bertemu dalam satu simpul kepentingan yang sama demi kemuliaan Candi Prambanan".

Selain itu sebagai langkah awal Ari Dwipayana juga menitipkan tugas agar tim kerja mampu membuat satu produk kajian atau riset yang dilakukan oleh para Arkeolog, Filolog, Antropolog dan Filsafat yang hasilnya dibukukan.

"Saya juga mengharapkan tim kerja ini mampu membuat sebuah riset dan kajian tentang Candi Prambanan versi kita yang nanti dibukukan sehingga dapat dibaca oleh semua orang. Dari hasil riset ini kemudian yang membuat kita memahami Candi Prambanan secara utuh dan lengkap," katanya.

Selain itu beliau juga menambahkan agar tim dapat merumuskan kembali beberapa langkah strategis seperti; memastikan waktu pelaksanaan ritual di Candi Prambanan, membuat sebuah sistem masuk single gateway sehingga mempermudah umat dalam mengurus perizinan yang terintegrasi kesemua pihak, membuat sub tema yang menarik setiap tahun, mendatangkan tokoh dunia sebagai daya tarik kunjungan umat Hindu dunia dan yang terakhir adalah mengembangkan ekosistem ekonomi umat sekitar candi. Hal ini bertujuan agar tagline "Voice of Prambanan" ini benar-benar memberikan pesan yang dapat diserap oleh semua umat Hindu dunia.

Sekretaris tim kerja pemanfaatan Candi Prambanan Andre Nuaba menjelaskan bahwa saat ini tim juga sadang mengembangkan website yang berfungsi sebagai mendia publikasi.

"Sebagai laporan juga saat ini tim kerja juga sedang mengembangkan sebuah website yang nanti memiliki fungsi tidak hanya sebagai bahan publikasi informasi, tapi juga memuat prosedur kunjungan umat yang mana umat akan dipermudah dalam melakukan pengurusan perizinan kunjungan". Tutupnya.(ra)