KMHDI Ungkap Strategi Kenaikan Pajak Hiburan 40-75% Untuk Pembangunan IKN

Gde Bayu Pangestu A.W Saat Berada Dipodcast GemaBali (20/1/2024) (Foto:GemaBali)
Gde Bayu Pangestu A.W Saat Berada Dipodcast GemaBali (20/1/2024) (Foto:GemaBali)

GemaBali.ID (Jakarta) - Bendahara Umum Pimpinan Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PP KMHDI) Gde Bayu Pangestu A.W kembali berbicara terkait naiknya pajak hiburan 40-75% di podcast GemaBali. dimana menurut dirinya kenaikan itu mematikan para pelaku industri, dimana sebelumnya hanya 25% dan sekarang menjadi 40-75%.(20/1/2024)

"Dimana kenaikan pajak 40-75% ini akan mematikan pelaku industri, karena bisa kita lihat PBJT ini kan untuk khususnya karaoke dan diskotik lain sebagainya itu sebelumnya 25% itu saja mereka merasa keberatan." Ucap Bendum PP KMHDI

Pria yang biasa disapa Bayu ini juga mengungkapkan bahwa undang-undang ini tidak memperhatikan pelaku usaha kecil, dimana menurut bayu negara hanya memikirkan yang penting dapat pemasukan saja.

"Undang-undang ini tidak memperhatikan pelaku usaha kecil, tidak memperhatikan pelaku usaha dibagian perhitungan untuk bagaimana pengenaan pajak dan juga dapat cuan itu tidak dipikirkan yang penting negara dapet penerimaan negara udah selesai." ungkap Bayu.

Putra asal Bangli ini juga mengungkapkan urgentsi dari kenaikan pajak hiburan ini adalah untuk memperbesar anggaran APBN supaya negara bisa melanjutkan pembangunan IKN. Menurut Bayu negara juga mentargetkan dari sektor pariwisata harus mendapatkan profit 200 Triliun rupiah untuk penerimaan negara.

"Kalau urgentsi yang saya liat dari kenaikan 40-75% ini kan pajaknya untuk memperbesar anggaran di APBN. Nantinya penerimaan negara supaya mereka bisa fokus dalam pembuatan IKN, nah salah satunya bisa kesana karena ditargetkan di 2024 dari sektor pariwisata mendapatkan 200 triliun penerimaan negara." paparnya. (ng)