Kemenparekraf Ingin Tiru Bebas Visa Thailand dan Vietnam Untuk Bali

Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno Dalam Kegiatan Di Bali (Foto:GemaBali/Istimewa)
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno Dalam Kegiatan Di Bali (Foto:GemaBali/Istimewa)

GemaBali.ID (Gianyar) - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menginginkan agar Bali dapat mencontoh Thailand dan Vietnam dalam penerapan bebas visa kunjungan. Dia memuji kebijakan pemerintah di negara-negara tersebut yang dinamis dan fleksibel.

"Yang dilakukan Thailand dan Vietnam itu, misalnya masuk ke satu pulau atau destinasi tertentu seperti Phuket atau Da Nang dibebaskan (visa) untuk menarik wisatawan," ucapnya pada kegiatan di Ubud, Gianyar, Bali, Rabu (31/1/2024).

Sandiaga sedang mengkaji apakah regulasi seperti di kedua negara tetangga tersebut bisa diterapkan di Indonesia atau tidak.

"Kami akan mengkaji dengan lintas kementerian dan lembaga. Apa yang dilakukan Thailand lakukan sangat cepat," ujar Sandiaga.

Kebijakan keiimigrasian di Thailand bisa dengan fleksibel diterapkan disesuaikan dengan kebutuhan. Misalnya saat momen libur Imlek seperti sekarang.

"(Untuk libur) Imlek langsung dari China dibebaskan kunjungan, sehingga booking-nya langsung meningkat. Seperti itu yang ke depan kami harus lebih perhatikan," ujar Sandiaga.

Sandiaga juga telah mengajukan 20 negara untuk bebas visa kunjungan. Selain menopang pariwisata, kebijakan itu juga sebagai respons atas permintaan sektor industri.

"Cara pemikiran seperti ini yang menurut saya harus lebih dinamis. Misalnya, bagaimana kalau hanya Bali saja. Jadi, yang masuk lewat Bali tidak perlu lagi ada visa. Seperti kebijakan-kebijakan best practice dari negara lain, termasuk Thailand," ujar Sandiaga.

Sandiaga juga mengungkapkan bahwa dirinya memerlukan masukan dari berbagai pihak agar Kemenparekraf bisa memberikan kualitas pariwisata yang berkelanjutan terkhusus pulau dewata ini.

"Ini yang perlu teman-teman bantu berikan masukan juga agar kami memberikan penguatan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan di Bali dan seluruh Indonesia," tandasnya.(gn)