Mahfud MD Mundur, Ketua Peradah Jakarta Ingatkan Prabowo Gibran

Ketua Peradah DKI Jakarta Bryan Pasek Mahararta Saat Podcast Dengan Gema Bali (1/1/2024) (Foto GemaBali)
Ketua Peradah DKI Jakarta Bryan Pasek Mahararta Saat Podcast Dengan Gema Bali (1/1/2024) (Foto GemaBali)

GemaBali.ID (Jakarta) - Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD resmi mengundurkan diri dari posisinya di Kabinet Indonesia Maju. Mahfud telah memberikan surat permohonan pengunduran diri dan berpamitan secara langsung kepada Presiden Joko Widodo yang didampingi Menteri Sekretariat Negara, Pratikno di Istana Negara, Kamis (1/2/2024).

Sebelumnya, Mahfud yang juga merupakan calon wakil presiden berpasangan dengan Ganjar Pranowo telah menyatakan mundur mendekati masa pemilihan. Pernyataan itu disampaikan saat kunjungannya di Danau Tirta Gangga, Lampung Tengah, Lampung, Rabu, (31/1/2024)

Menurutnya, pengunduran diri ini merupakan kesepakatan antara dirinya dengan partai pengusung Ganjar-Mahfud. Ganjar yang turut merekomendasikan Mahfud mundur agar tidak ada konflik kepentingan.

Bryan Pasek Mahararta, putra Buleleng yang kini menjabat sebagai Ketua Peradah Indonesia DKI Jakarta menanggapi pengunduran diri Mahfud MD sebagai sosok teladan yang patut diapresiasi. Hal itu ia sampaikan setelah menjadi narasumber dalam podcast Gema Bali.

"Sebuah keteladanan yang patut kita apresiasi ditengah krisis negarawan bangsa kita saat ini. Pemilu 2024 memang bukan sekedar soal menang atau kalah. Tapi, lebih dari itu. Bagaimana penguatan demokrasi dan kemampuan seorang pemimpin menjaga etika dalam berbangsa dan bernegara bisa terwujud", ujar pria yang akrab disapa Ibenk.

Namun, disisi yang lain Ibenk juga menaruh harapan bagi kontestan lainnya yang sedang menjadi pejabat publik seperti Prabowo Subianto selaku Menteri Pertahanan aktif dan Gibran Rakabuming Raka sebagai Walikota Solo agar bisa memposisikan diri bila keduanya tidak sampai mundur dari jabatannya.

"Meskipun dalam aturan bisa saja seorang pejabat publik mengambil cuti saat akan berkampanye, tapi dengan mundurnya Pak Mahfud ini justru saya ingin mengingatkan supaya Pak Prabowo dan Mas Gibran agar lebih bijak dan berhati-hati dalam menggunakan fasilitas negara", kata Ibenk.

Mengingat waktu sudah tidak banyak, jelang dua pekan pencoblosan tentu tensi politik akan semakin meninggi. Untuk itu, hindari hal-hal yang dianggap melanggar aturan.

"Tentu semua berlomba untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Tapi, jangan sampai akibat nila setitik rusa susu sebelangga. Hindari konflik kepentingan terlebih penggunaan fasilitas negara", ungkapnya.(gn)