Made Mangku Pastika Bacakan Pemecatan Arya Wedakarna

Arya Wedakarna Dalam Kegiatan Sosialisasi UU Anti Korupsi (20/1/2024) (Foto:GemaBali/IG:aryawedakarna)
Arya Wedakarna Dalam Kegiatan Sosialisasi UU Anti Korupsi (20/1/2024) (Foto:GemaBali/IG:aryawedakarna)

GemaBali.ID (Jakarta) - Badan Kehormatan (BK) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI resmi memberhentikan anggota DPD RI Dapil Bali, Arya Wedakarna (AWK).

AWK diberhentikan atas dasar laporan aduan masyarakat terkait dugaan pelanggaran tata tertib dan kode etik tentang ucapan bernada diskriminasi.

Wakil Ketua BK DPD RI Made Mangku Pastika mengungkapkan pemberhentian AWK berdasarkan Pasal 48, ayat 1 dan 2 Peraturan DPD RI Nomor 1 Tahun 2021 Badan Kehormatan DPD RI.

"Telah memutuskan dan menetapkan bahwa teradu Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa, anggota DPD RI dari Provinsi Bali terbukti melanggar sumpah/janji jabatan dan kode etik dan atau tata tertib DPD RI sebagaimana diatur dalam Undang-undang MD3 dengan sanksi berat pemberhentian tetap sebagai anggota DPD RI," ungkap Made Mangku Pastika saat membacakan putusan di Kantor DPD RI, Jumat (2/2/2024).

Perlu diketahui, Mangku Pastika merupakan anggota DPD RI perwakilan Bali periode 2019-2024. Dia duduk di Komisi IV yang membidangi APBN, pajak dan pungutan lain, perimbangan keuangan pusat dan daerah, lembaga keuangan dan perbankan, koperasi, UMKM, statistik, BUMN, investasi, dan penanaman modal.

Menanggapi putusan tersebut AWK mengaku bangga dipecat oleh BK DPD RI terkait laporan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bali.

"Saya bangga dipecat DPD RI karena laporan MUI, toh yang dibela adalah umat Hindu Bali," kata AWK

AWK dilaporkan MUI atas dugaan pelanggaran tata tertib dan kode etik terkait ucapan bernada rasis usai beredar videonya yang melontarkan kata-kata yang dianggap rasis tersebut.(gn)