KMHDI Minta DKPP Copot Ketua KPU RI

Ketua Lembaga Demokrasi dan Pemilu PP KMHDI Putu Esa Purwita Dalam Kegiatan KMHDI (Foto:GemaBali/KMHDI)
Ketua Lembaga Demokrasi dan Pemilu PP KMHDI Putu Esa Purwita Dalam Kegiatan KMHDI (Foto:GemaBali/KMHDI)

GemaBali.ID (Jakarta) - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menjatuhkan sanksi peringatan keras terakhir kepada Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy'ari, Senin (5/2/2024).

Hasyim Asy’ari dinilai sudah tiga kali melanggar kode etik, adapun berbagai pelanggaran yang dilakukan Hasyim, antara lain terbukti melanggar kode etik penyelenggara pemilu (KEPP) bertemu calon peserta pemilu, Hasnaeni (wanita emas) yang notabennya berasal dari Partai Republik Satu.

Kedua ketika Ketua KPU tidak mengakomodir keterwakilan perempuan dan tidak patuhi putusan MA yang diajukan masyarakat sipil, dan yang ketiga terkait dengan putusan soal pencalonan capres-cawapres.

Ketua Lembaga Demokrasi dan Pemilu Pimpinan Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) ,  Putu Esa Purwita berbicara terkait hal ini. Dirinya meminta DKPP segera mencopot ketua KPU karena sudah terbukti melanggar kode etik sebanyak tiga kali.

“ Saya menyayangkan apa yang di lakukan oleh ketua KPU Hasyim , dan ini sudah ketiga kalinya pelanggaran yang dilakukan , harusnya sanksi berat yang di berikan ya pencopotan, jadi saya meminta DKPP untuk tegas lakukan pencopotan ”ucap ketua lembaga demokrasi dan pemilu PP KMHDI

Pria yang biasa disapa Esa ini juga menilai jika tidak ada sanksi tegas dari DKPP kedepan akan memicu pemikiran negatif dari masyarakat terkait KPU. Padahal, KPU bertugas untuk mencerahkan dan menjamin pelaksanaan pemilu untuk masyarakat.

“ Publik akan skeptis dan tidak percaya terhadap KPU. Karena, sudah terhitung tiga kali pelanggaran yang dilakukan , dan ini fatal” tuturnya.(na)