Pj Gubernur Bali Lantik Satpol PP Khusus Pariwisata

Satpol PP Pariwisata Bali (7/2/2024) (Foto:GemaBali/Antara)
Satpol PP Pariwisata Bali (7/2/2024) (Foto:GemaBali/Antara)

GemaBali.ID (Denpasar) - Penjabat (Pj) Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya mengucapkan pentingnya dibentuk satuan khusus satpol PP di sektor pariwisata, dengan tujuan membantu pihak kepolisian agar dapat mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

“Penting adanya satuan khusus yang memiliki mental dan orientasi tugas untuk memberikan informasi edukasi tentang do’s and don'ts selama di Bali, juga memberi pelayanan dan pertolongan kepada wisatawan, dalam hal ini membantu kepolisian melakukan pencegahan di hulu agar tidak berkembang menjadi ancaman faktual berupa pelanggaran,” ucap Sang Made Mahendra Jaya

Orang nomor satu di Pemprov Bali itu juga mengatakan kehadiran unit beranggotakan Satpol PP Bali dan Satpol PP Badung itu sebagai tindak lanjut kebijakan pungutan wisman yang akan diberlakukan mulai 14 Februari 2024.

Pemprov Bali berharap selain unit provinsi dan Kabupaten Badung lahir lagi Satpol PP Pariwisata dari kabupaten/kota lainnya mengingat destinasi wisata tersebar di Pulau Dewata.

Sedangkan Kepala Satpol PP Provinsi Bali I Dewa Nyoman Rai Darmadi menambahkan terdapat 70 anggota yang dilantik, mereka sudah diberi pelatihan selama sebulan dan pendidikan sebagai Satpol PP Pariwisata.

“Kita melakukan bimbingan teknis dan pelatihan selama 10 hari, tapi sebelumnya sebulan sudah melakukan pembekalan terutama penguasaan Bahasa Inggris, penguasaan ilmu kejiwaan atau psikologis karena beberapa wisatawan ditemukan ODGJ, termasuk antisipasi hal menyangkut do’s and don’ts sehingga menimbulkan ketidakpatutan di lapangan,” ujar Dewa Nyoman.

Dewa menjelaskan Satpol PP Pariwisata nantinya akan bertugas di kawasan destinasi wisata, salah satunya di Kabupaten Badung dimana selain edukasi ke wisatawan, mereka juga melakukan edukasi ke pedagang dan masyarakat agar bisa menjaga keindahan kawasan.

“Mereka lebih kepada memberikan pelayanan, kalau pun dalam praktik menemukan pelanggaran itu yang mengeksekusi induknya, mereka yang melaporkan ke induknya, lalu kami yang melakukan tindakan,” ucapnya.

Sepanjang bekerja, Satpol PP Pariwisata akan menggunakan seragam kasual dengan kemeja coklat dan celana pendek, dilengkapi topi, membawa alat komunikasi handy talkie, tongfa, dan borgol, ditambah membawa seekor anjing kintamani untuk patroli dan dibekali kendaraan.(gn)