Pj Gubernur Bali Kecewa Rilis Program Pungutan Asing Terlambat

Pj Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya Saat Merilis Program Pungutan Asing Di Denpasar, (12/2/2024) (Foto:GemaBali/Detik.com)
Pj Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya Saat Merilis Program Pungutan Asing Di Denpasar, (12/2/2024) (Foto:GemaBali/Detik.com)

GemaBali.ID (Denpasar) - Penjabat (Pj) Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya kecewa atas rilis program pungutan turis asing yang masuk ke Bali, terkesan terlambat. Padahal, program ini mulai berlaku pada 14 Februari 2024.

Mahendra menyebut launching program ini digelar hanya dua hari menjelang diberlakukan secara efektif. Menurutnya dirinya ini akan membuat wisatawan menjadi kurang nyaman.

"Hal ini terutama karena setelah kami melakukan simulasi pungutan asing di pintu masuk Bali Bandara I Gusti Ngurah Rai dan berdiskusi dengan stakeholder terkait. Kami menyadari wisatawan yang datang ke Bali akan merasa kurang nyaman," kata Mahendra saat merilis program ini di Denpasar, Senin (12/2/2024).

Mahendra juga menilai penerbangan yang panjang juga membuat wisatawan mancanegara akan menjadi kurang nyaman. Ada yang masih kelelahan, membayar VoA, berurusan dengan imigrasi dan bea cukai. Kemudian ditambah lagi mengantre bayar pungutan turis asing.

Dari hasil simulasi dan diskusi tersebut pihaknya merasa penting untuk mengubah peraturan Gubernur Bali yang memuat pembayaran pungutan tidak harus dilakukan di pintu masuk Bali. Namun, dapat dilakukan sebelum keberangkatan.

Dirinya juga memaparkan program pungutan turis asing bertujuan untuk perlindungan kebudayaan dan lingkungan alam Bali.

"Ini menjadi momentum untuk menguatkan fondasi pariwisata Bali yang berbasis budaya dengan bersama-sama menjaga dan melestarikan kebudayaan dan lingkungan alam Bali," ucapnya.(na)