Tunjukan Kualitas Demokrasi Indonesia, DPR RI Undang 12 Parlemen dan 3 Organisasi Internasional Di Bali

Wakil Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Sukamta (Foto:GemaBali/Istimewa)
Wakil Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Sukamta (Foto:GemaBali/Istimewa)

GemaBali.ID (Jakarta) - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) bekerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar Program Pemantauan Pemilu atau Election Visit Program (EVP).

Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Sukamta mengungkapkan bahwa kegiatan EVP menjadi kesempatan untuk menunjukkan kualitas demokrasi Indonesia kepada negara-negara sahabat.

“Hal ini memang menjadi komitmen kami untuk mengundang para observer dari negara-negara sahabat. Itu bagian dari resiprokal kami juga, karena kami juga diundang oleh negara-negara itu dan kemudian kami juga mengundang balik," kata Sukamta.

Sukamta juga mengatakan bahwa DPR RI juga punya kepentingan agar pemilu negara ini bisa disaksikan oleh negara-negara sahabat.

"Di samping itu, kami juga berkepentingan supaya pemilu kita ini bisa disaksikan oleh negara-negara sahabat terutama parlemen di seluruh dunia,” ucap Sukamta dalam keterangan tertulis yang dikutip dari laman Dpr.go.id, Selasa (13/2/2024).

Sukamta menjelaskan bahwa akan diselenggarakan juga Focus Group Discussion (FGD) untuk menunjukkan kepada para pengamat bahwa pemilu yang diselenggarakan oleh Indonesia memiliki keunikan dan kompleksitas tersendiri

“Jadi FGD ini lebih kepada kami mau memperlihatkan proses dari pemilu, dan ini pemilu (di Indonesia) yang salah satunya di dunia yang begitu complicated (dengan) adanya presiden, DPR RI, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan itu yang kami perlihatkan bahwa kami damai-damai saja," jelas Sukamta.

Sukamta juga berharap agar semua kegiatan berjalan lancar dan para pengamat dapat memberikan masukan yang berharga bagi Indonesia terkait pelaksanaan pesta demokrasi lima tahun ke depan.

Acara tersebut dihadiri oleh 12 parlemen negara sahabat dan tiga organisasi internasional di Bali pada tanggal 12 hingga 15 Februari 2024.(na)