Pengamat Politik Undhiknas: Rai Mantra Cukup Kuat

Pengamat Politik Nyoman Subanda (Foto:GemaBali/IG:subandanyoman)
Pengamat Politik Nyoman Subanda (Foto:GemaBali/IG:subandanyoman)

Gemabali.ID (Denpasar) - Pengamat Politik I Nyoman Subanda sekaligus dosen di kampus Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) menilai perhelatan politik di Pilkada kali ini dan menilai Tokoh Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra (Rai Mantra) cukup kuat untuk maju.

Nyoman Subanda menyebutkan bahwa Rai Mantra punya image positif di mata publik terutama di kabupaten luar seperti Karangasem dan Buleleng, ungkapnya saat dihubungi oleh Wartawan Gema Bali. Selasa (4/6/2024).

"Secara Politik beliau cukup kuat, punya basis masa yang modern dan tradisional, kemudian secara elektabilitas masih bagus, konsep dan pemikiran beliau mendapat respon baik oleh masyarakat". Unkapnya.

Namun di sisi lain Nyoman Subanda juga mengasumsikan bahwa menjadi Gubernur tidak cukup satu faktor saja, apalagi beliau bukan berbasis Partai secara komunikasi politik belum maksimal kemudian juga sosialisasi tidak tergarap secara penuh.

"Dibandingkan dengan yang lain, di mana sudah bergerak dari awal untuk menyuarakan pencalonan tentu lebih diunggulkan ketimbang Rai Mantra". Tegasnya.

Ada pun tambahnya, Nyoman Subanda menyebutkan meski Rai Mantra diusung oleh Koalisi Indonesia Maju (KIM) dengan 11 partai dan melawan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) saya rasa akan berat juga melihat basis PDIP di Bali yang masih kuat hampir di seluruh Kabupaten.

"Kecuali mesin partai bergerak bersama yang ada di KIM ini maka kemungkinan saja bisa, kemudian Prabowo bersama Jokowi all-out juga untuk KIM". Pungkasnya.

Kemudian Jika PDIP ini kita asumsikan tidak ada yang memboikot, pasangan Wayan Koster-Giri Prasta bisa saja menang, tetapi Masyarakat sudah sangat pragmatis mengandalkan ketokohan lokal saja Mantra-Mulia akan kalah.

"Asumsi kita kan seperti itu memandang politik, berkaca pada pemilu yang lalu jika mesin Partai PDIP bergerak dan mendukung penuh maka akan menang". Tegasnya.

Nyoman Subanda menyoroti satu hal yang menjadi tantangan siapa yang punya logistik lebih banyak akan bisa menang, Pilkada kali ini sangat riskan akan adanya jual beli suara.

"Masyarakat sudah prakmatis, suara bisa dijual beli, Kemudian jika seperti tadi Prabowo didukung jokowi dan all-out untuk pemenangan dan disokong logistik lebih banyak, mesin partai bergerak bisa saja PDIP kalah". Tutupnya.(ro)