Gede Tobing Krisnanjaya, ASN Muda yang Berkiprah Majukan Pangan Buleleng

Gede Tobing Krisnanjaya
Gede Tobing Krisnanjaya

Gemabali.ID (Singaraja) - Siapa bilang Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak bisa berkiprah dalam organisasi di masyarakat? Tentu  saja bisa dan selaras dengan kewajiban ASN yang merupakan abdi negara. Adalah Gede Tobing Krisnanjaya, seorang pemuda asal Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan yang bisa berkiprah dalam organisasi dan bekerja sebagai ASN di Kantor Imigrasi Kelas II Singaraja. Ia dikenal aktif sebagai Ketua dari Koperasi Pangan Bali Utara (Kopabara), koperasi yang bergerak dalam pemajuan pangan lokal Buleleng..

Dilansir dari laman resmi Penkab Buleleng, mengenang awal mula ketertarikannya dengan kehidupan organisasi, Tobing mengatakan hal tersebut sudah tumbuh pada dirinya sejak kecil. Sebab sang Ayah merupakan seorang yang aktif di masyarakat, hingga menjabat menjadi perbekel di desanya. Ayahnya yang setiap hari berinteraksi dengan masyarakat menjadi inspirasi baginya.  

Memasuki usia remaja, Tobing  menjadi seseorang yang supel dan senang bergaul dengan banyak orang terutama teman sebayanya di desa. Dari mulanya hanya menjadikan pergaulan sebagai momen untuk bercengkrama, Ia kemudian menyadari bahwa dirinya bersama teman-temannya memerlukan suatu wadah untuk menampung kreativitas para pemuda di desanya. Untuk itu, Tobing berinisiatif untuk membangkitkan Sekaa Teruna-Teruni (STT) desanya. Hal itu dilakukannya dengan mengajak sejumlah STT yang terdapat pada banjar lain di desanya untuk bergabung menjadi satu  STT Desa.

Semangat berorganisasi itu berlanjut hingga sekarang dirinya meski sudah menjalani kehidupan karir sebagai ASN dan berkeluarga dengan dua orang anak. Tobing aktif dalam organsisasi seperti Manik Bumi Foundation yang merupakan organisasi yang aktif dalam menyikapi isu lingkungan, serta sebagai Ketua di Kopabara yang merupakan koperasi yang didirikan sebagai tonggak keberhasilan koperasi desa. Ia dapat menjalankan semua peran tersebut dengan baik.

Kuncinya, bagi Tobing adalah menerapkan skala prioritas yang sesuai. Dalam hal ini, Ia tetap menempatkan keluarga menjadi prioritas utama, kemudian disusul pekerjaan lalu organisasi. Karena Ia meyakini kehidupan berorganisasi dan berkarir akan berjalan dengan baik apabila kehidupan dengan keluarga di rumah telah berjalan dengan baik. 

"Kehidupan di rumah itu bagi saya merupakan pondasi, karena apa yang terjadi di rumah tentu akan merefleksikan diri kita ke luar" jelas Tobing.

Bahkan, di rumah pun Ia mewariskan semangat berorganisasi kepada keluarganya. Semua aspek dalam berumah-tangga diawali dengan perencanaan yang matang lalu setelah dilakukan akan dievaluasi kembali sehingga dapat ditingkatkan lagi ke depannya. Dalam hal ini prinsip keterbukaan juga dijunjung tinggi dalam menghadapi setiap permasalahan yang ada.  Namun, di luar dari semua itu, yang terpenting baginya adalah bagaimana menciptakan quality time yang dapat dijalani bersama keluarga dengan gembira dan bermanfaat.

Salah satu cara ia mewujudkan quality time yang bermanfaat adalah dengan program rumah pangan lestari yaitu memanfaatkan pekarangan rumah untuk kebun tanaman pangan. Hal itu juga sejalan dengan semangat kedaulatan pangan yang  Ia wujudkan yang pada kali ini dalam skala keluarga. Selain itu tentu saja Ia bisa mewujudkan aktivitas bersama keluarga yang bermanfaat.

"Kami bersama bisa menanam sayur dan memetiknya, lalu dimasak dan dimakan bersama. Selain itu, anak-anak juga bisa bermain di kebun" imbuhnya.

Segala gagasan dalam berkeluarga itu tentunya ia dapatkan dari wawasan dan pengetahuan yang didapat selama berorganisasi. Dari berinteraksi dengan banyak orang dengan beragam pemikiran, tentunya terjadi pertukaran pemikiran sehingga dapat meningkatkan wawasan dan pengetahuan sendiri. Maka dari itu, Tobing sendiri yakin bahwa semua yang dipelajari dari kegaitan berorganisasi dapat diterapkan juga dalam kegiatan berkeluarga.

Sementara dari segi karir, Tobing mengatakan dirinya juga bisa menjalankannya dengan selaras bahkan saling melengkapi. Ia mencontohkan menjadi Ketua Kopabara sekaligus posisinya sebagai ASN di instansi pemerintahan, tentunya Ia memiliki pemahaman yang baik terhadap regulasi yang ada. Pemahamannya tersebut dapat Ia manfaatkan untuk menjalankan organisasi selaras dengan kebijakan pemerintah sehingga komunikasi dan koordinasi yang baik dengan pemerintah dapat berjalan dalam mewujudkan program kerja organisasi.

Tobing mengatakan dirinya dan sekian banyak generasi muda yang lahir dan besar di Buleleng tentu saja memiliki tanggung jawab moral yang besar untuk berkontribusi memajukan Kabupaten Buleleng. Sebagai salah satu komponen dari masyarakat, pemuda juga harus terlibat dalam mewujudkan kemajuan daerahnya, karena hal tersebut tidak bisa hanya diserahkan kepada pemerintah daerah. Maka dari itu, ke depannya ia berharap semakin banyak pemuda-pemudi di Kabupaten Buleleng yang tergugah untuk aktif dalam hal ini tentu saja sesuai dengan koridor dan kapasitasnya masing-masing.